Mengendalikan Lampu (LED) melalui Internet (Web – Arduino – LED)


Well….well….welll…..

Ini blog baru saya buka lagi setelah sekian lama saya sibuk dengan berbagai macam aktivitas penting dan tak penting. Okeh, pada posting kali ini topik yang akan saya bahas masih ada kaitannya dengan Arduino dan LED. Sebenarnya, pada postingan terdahulu saya sempat membuat artikel dengan judul “Menyalakan dan Mematikan LED (Lampu) Menggunakan Android dan Arduino via Internet”. Namun, berbeda dengan artikel tersebut, pada artikel ini proses menyalakan dan mematikan lampu tersebut akan dilakukan pada halaman web, maka dari itu judul artikel ini adalah “Mengendalikan Lampu (LED) melalui Internet (Web – Arduino – LED)”. Nah Loh ? Emang bisa ya ? Setelah dipelajari ebih lanjut dan dicari beberapa hardware penunjang, mengendalikan lampu dari halaman web intu memang bisa dilakukan.

Untuk mengerjakan proyek ini diperlukan syarat-syarat khusus tentunya. Pertama, kalian harus mengerti yang namanya bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, JS / JSON, Framework Web dan tentunya pemrograman Arduino. Kedua, harus mengerti konsep database (CRUD = Create-Read-Update-Delete). Dan yang ketiga yang gak kalah penting adalah kalian harus mengerti yang namanya elektronika. Oya, sebelum mulai jangan lupa juga persiapkan komponen-komponen dan hal lainnya yang bakalan dipakai dalam proyek ini ya!

  1. 1 Buah Arduino Uno / Duemilanove
  2. 1 Buah Arduino Ethernet Shield
  3. 1 Buah Kabel USB FTDI
  4. 1 Buah Kabel LAN
  5. 1 Buah Router ADSL / Modem / Hub atau sejenisnya yang terhubung ke Internet
  6. 1 Buah Adaptor
  7. Beberapa Buah LED
  8. Beberapa Buah Resistor 220K Ohm
  9. Kabel-Kabel
  10. Laptop Buat programming + SDK / Tools Buat Programming (Ane pake Netbeans IDE)
  11. Web Hosting (Klo gak ada modal yang gratisan juga gak apa-apa, biar irit)

Kalau semua peralatan tempur sudah siap, saatnya mulai ya… Pertama, buat aplikasi web / halaman web yang berfungsi untuk mengirimkan instruksi ON/OFF dan menampilkan notifikasi apakah lampu berhasil dinyalakan atau tidak. Dalam proyek ini, pembuatan halaman web ane menggunakan framework PHP CodeIgniter, UI nya ane pake Bootstrap, dan databasenya MySQL. Namun, jika kalian tidak terbiasa dalam menggunakan CodeIgniter, kalian bisa menggunakan PHP framework lain atau bahkan tanpa framework juga bisa. Itu sih bagaimana selera kalian ya! Barangkali dari kalian ada yang bertanya-tanya, apa fungsi database? Fungsi database ini adalah untuk menyimpan kondisi lampu dan menyimpan login information dari user. Jadi untuk akses sistem ini gak sembarangan, hanya yang tahu username dan password saja. Nah, di Bawah ini adalah tampilan halaman web yang berfungsi untuk mengendalikan lampu ya.

Web Web

Nah kedua, kalau halaman web tersebut sudah berhasil dibuat, selanjutnya simpan file-file web tersebut di hostingan kalian ya. Dan jangan lupa cek dan recek lagi, barangkali ada yang salah / error.

Ketiga, saatnya mempersiapkan hardware. Pasangkan ethernet shiled di atas Arduino ya. Jangan lupa cek dan ricek barangkali ad apin atau kaki-kaki yang belum masuk ke dalam lubang (port). Untuk pemasangan LED, ane membuat rangkaian pada PCB Matriks nih.

Hardware

Setelah perakitan hardware selesai, saatnya hardware tersebut kita program. Jika masih bingung tentang programmingnya, kalian bisa lihat contoh program yang ada di Arduino Example ya. Untuk memasukkan program dari PC ke Arduino, jangan lupa pasang dulu kabel FTDI nya ya, awas kelupaan. Proses memasukkan program ke dalam Arduino tidak lama kok, hanya sekitar 2-8 detik saja.

Web sudah di upload, Arduino sudah di program, selanjutnya pasangkan kabel LAN (RJ-45) dari ethernet shield ke Router ADSL / Modem / Hub atau sejenisnya yang terhubung ke Internet. Selanjutnya, buka browser yang kamu punya, lalu buka alamat web yang kamu buat sebelumnya, klik salah satu tombol untuk menyalakan lampu. Setelah itu, cek apakah lampu sudah berhasil dinyalakan atau tidak. Kalau lampu menyala, berarti program kamu sudah berjalan dengan baik, sebaliknya program kamu masih ada masalah. Oya, perlu kalian ketahui, proyek ini ane kerjakan barengan ama teman ane yang bernama Dwi Aditya Herfiansyah dan Septian Rizky Maulidar

Kalian mencobanya dan menghadapi masalah? boleh kok tanya-tanya ama ane dan temen-temen ane.

Media Transmisi


BTS salah satu media transmisi

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya. Karakteristik media transmisi ini bergantung pada:

  • Jenis alat elektronika
  • Data yang digunakan oleh alat elektronika tersebut
  • Tingkat keefektifan dalam pengiriman data
  • Ukuran data yang dikirimkan

Jenis Media Transmisi

Guided Transmission Media

Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem kabel. Diantaranya :

  • Twisted Pair Cable

    Twisted pair cable atau kabel pasangan berpilin terdiri dari dua buah konduktor yang digabungkan dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan interferensi lektromagnetik dari luar seperti radiasi elektromagnetik dari kabel Unshielded twisted-pair (UTP),dan crosstalk yang terjadi di antara kabel yang berdekatan. Ada dua macam Twisted Pair Cable, yaitu kabel STP dan UTP. Kabel STP (Shielded Twisted Pair) merupakan salah satu jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer. Kabel ini berisi dua pasang kabel (empat kabel) yang setiap pasang dipilin. Kabel STP lebih tahan terhadap gangguan yang disebebkan posisi kabel yang tertekuk. Pada kabel STP attenuasi akan meningkat pada frekuensi tinggi sehingga menimbulkan crosstalk dan sinyal noise. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) banyak digunakan dalam instalasi jaringan komputer. Kabel ini berisi empat pasang kabel yang tiap pasangnya dipilin (twisted). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshilded). Kabel UTP mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan jenis media lainnya. Kabel UTP sangat rentan dengan efek interferensi elektris yang berasal dari media di sekelilingnya.

  • Coaxial Cable

    Kabel koaksial adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai 300 kHz keatas. Karena kemampuannya dalam menyalurkan frekuensi tinggi tersebut, maka sistem transmisi dengan menggunakan kabel koaksial memiliki kapasitas kanal yang cukup besar. Ada beberapa jenis kabel koaksial, yaitu thick coaxial cab le (mempunyai diameter besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil). Keunggulan kabel koaksial adalah dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon, dapat ditanam di dalam tanah sehingga biaya perawatan lebih rendah, karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan sistem lain. Kelemahan kabel koaksial adalah mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater, jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan. sebenarnya tidak ada yang berguna bagi anjing-anjing rumahan

  • Fiber Optic

    Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat pembangkit listrik eksternal.

Unguided Transmission Media

Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang. Diantaranya :

  • Gelombang mikro

    Gelombang mikro (microwave) merupakan bentuk radio yang menggunakan frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz), yang meliputi kawasan UHF, SHF dan EHF. Gelombang mikro banyak digunakan pada sistem jaringan MAN, warnet dan penyedia layanan internet (ISP). Keuntungan menggunakan gelombang mikro adalah akuisisi antar menara tidak begitu dibutuhkan, dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil. Kelemahan gelombang mikro adalah rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.

  • Satelit

    Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi. Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial. Kekurangannya adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.

  • Gelombang radio

    Gelombang radio adalah media transmisi yang dapat digunakan untuk mengirimkan suara ataupun data. Kelebihan transmisi gelombang radio adalah dapat mengirimkan isyarat dengan posisi sembarang (tidak harus lurus) dan dimungkinkan dalam keadaan bergerak. Frekuensi yang digunakan antara 3 KHz sampai 300 GHz. Gelombang radio digunakan pada band VHF dan UHF : 30 MHz sampai 1 GHz termasuk radio FM dan UHF dan VHF televisi. Untuk komunikasi data digital digunakan packet radio.

  • Inframerah

    Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Dalam penggunaannya untuk pengendalian jarak jauh, misalnya remote control pada televisi serta alat elektronik lainnya. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi

POP 3 (Post Office Protocol version 3)


POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email. Protokol ini erat hubungannya dengan protokol SMTP dimana protokol SMTP berguna untuk mengirim surat elektronik dari komputer pengirim ke server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung surat eletronik untuk sementara sampai surat elektronik tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran server surat elektronik ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima surat elektronik yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet. Protokol ini dispesifikasikan pada RFC 1939.