Gallery

Puncak Upacara Adat Seren Taun Cigugur-Kuningan (Rabu,7 Nopember 2012)


Haloo Readers pada postingan kali ini Saya akan menyajikan artikel yang sedikit berbeda. Kalau biasanya yang saya posting adalah tentang teknologi, programing dan aktivitas kuliah, pada postingan kali ini akan membahas mengenai Upacara Adat Seren Taun di Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Upacara Adat Seren Taun adalah upacara adat masyarakat agraris Sunda untuk memanjatkan syukur kepada Sang Pencipta atas berkah yang telah diperoleh. Upacara adat Seren Taun dilaksanakan setiap tanggal 22 bulan Rayagung (Penanggalan Sunda).

Pagi hari ini (Rabu 7/11/12) ketika udara pagi masih terasa dingin karena gerimis, masyarakat Cigugur-Kuningan sudah mulai sibuk. Kesibukan ini terjadi di beberapa lokasi di Cigugur, baik itu pria, wanita, orang tua maupun anak-anak, semuanya sibuk. Pasalnya, hari ini adalah puncak dari Upacara Adat Seren Taun. Kaum bapak dan pemuda sibuk dengan mempersiapkan kembali berbagai macam hasil bumi, alat musik daerah, sedangkan kaum ibu dan pemudi sibuk dengan mempersiapkan berbagai macam makan, seperti nasi tumpeng. Semuanya itu akan diarak dari menuju pusat acara Upacara Adat Seren Taun.



Sekitar pukul 7.30 rombongan yang membawa hasil bumi ini berjalan menuju pusat acara sambil diiringi tabuhan dari Angklung Buncis dan Dog-dog. Salah satu rombongan tersebut adalah rombongan yang berjalan kaki dari Desa Cisantana. Untuk menuju pusat acara, rombongan ini berjalan kaki sekitar 2Km.
sekitar pukul 7.45 seluruh rombongan sudah berada di dekat lokasi pusat upacara.

Pukul delapan lebih, puncak perayaan Upacara Adat Seren Taun dimulai. Acara dimulai dengan memohon doa dan izin dari Yang Maha Kuasa serta izin dari ‘karuhun’. Selanjutnya, acara dilanjtkan dengan salah satau tarian adat Cigugur-Kuningan, yaitu Tari Buyung. Tarian ini dibawakan oleh sekelompok pemudi yang mengenakan pakaian adat dengan selendang berwarna-warni dan membawa buyung. Tarian ini dilaksanakan di depan Gedung Cagar Budaya Paseban 351. Konon, tarian ini menggambarkan kehidupan kaum hawa Cigugur pada zaman dahulu yang salah satu aktivitasnya adalah mengambil air dari sumber air dengan membawa buyung (kendi). Salah satu adegan yang sangat luar biasa pada Tari Buyung adalah manakala sang penari melakukan tarian sambil berdiri diatas kendi sambil membawa buyung di atas kepalanya. Maknanya adalah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”.

Selanjutnya, setelah Tari Buyung, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Angklung dari saudara kita masyarakat adat Baduy. Beberapa orang memainkan Angklung dan ada juga yang menari. Pertunjukan Angklung Baduy ini tidak terlalu lama. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan ‘kaulinan barudak’. Pada prosesi ini sekelompok anak kecil menari dan menyanyi mengelilingi tugu dan tiang bendera yang berada di depan Gedung Cagar Budaya. Setelah selesai penampilan dari anak-anak, selanjutnya adalah pertunjukan Angklung Buncis. Para pemain Angklung Buncis ini adalah anak-anak dan pria dewasa. Acara dialnjutkan kembali dengan prosesi Ngajayak. Pada prosesi ini beberapa pasang muda-mudi berjalan menuju depan Gedung Cagar Budaya sambil membawa hasil bumi seperti padi, jagung, sayur, dan buah-buahan.

Acara selanjutnya adalah ramah tamah dari pemuka adat, tokoh agama serta pemerintah setempat. Setelah acara ramah tamah selesai, dilanjutkan dengan acara ‘Nutu’. Nutu adalah menumbuk padi bersama-sama yang dilaksanakan di Taman Paseban yang letaknya berada di samping dai depan Gedung Cagar Budaya.

2 comments on “Puncak Upacara Adat Seren Taun Cigugur-Kuningan (Rabu,7 Nopember 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s